Loading...

Link & Aplikasi

    

Rukyatul Hilal Awal Ramadan 1447 H, UIN Sunan Kudus Laksanakan Pemantauan di Hari Ijtima’

Blog Single

UIN Sunan Kudus melalui Fakultas Syariah melaksanakan kegiatan rukyatul hilal dalam rangka penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi akademik dan keilmuan kampus dalam mendukung penetapan awal bulan hijriah secara ilmiah dan syar’i.

Berdasarkan data hisab, ijtima’ terjadi pada pukul 19:02:01 WIB, sedangkan matahari terbenam pada pukul 18:00:49 WIB. Adapun tinggi hilal tercatat -02 derajat 03 menit 02 detik dengan elongasi 01 derajat 10 menit 53 detik dan cahaya hilal sebesar 0,014.

Posisi hilal berada pada 01 derajat 11 menit 03 detik di sebelah selatan matahari. Azimuth matahari tercatat 257 derajat 53 menit 03 detik UTSB, sementara azimuth hilal 256 derajat 42 menit 01 detik.

Kegiatan rukyat dipimpin dan disampaikan langsung oleh H. Muhammad Agus Yusrun Nafi, S.Ag., M.S.I. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan hasil perhitungan hisab sekaligus memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang integrasi metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan kamariah.

Berdasarkan hasil pemantauan, hilal belum dapat teramati. Namun demikian, beliau menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah kegagalan.

“Belum terlihatnya hilal bukan berarti kegiatan ini gagal. Justru hasil rukyat hari ini tetap menjadi data dan laporan resmi yang akan kami sampaikan kepada Kementerian Agama sebagai bagian dari proses penentuan awal Ramadan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa rukyatul hilal memiliki dimensi akademik sekaligus kontribusi kelembagaan. “Setiap hasil pengamatan, baik terlihat maupun tidak terlihat, memiliki nilai penting dalam sidang isbat. Ini menjadi bentuk tanggung jawab ilmiah kita kepada umat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan sejumlah faktor pendukung keberhasilan rukyat, antara lain:

Secara hisab, perhitungan harus memenuhi kriteria imkan rukyat, yakni minimal tinggi hilal mar’i +3 derajat atau elongasi 6,4 derajat.

Kondisi cuaca di lokasi perukyat dan daerah lintasan hilal tidak terhalang awan, tidak mendung, tidak hujan, serta tidak terdapat penghalang visual lainnya.

Perukyat mengetahui dan memahami posisi hilal yang sebenarnya.

Kegiatan ini menjadi praktik lapangan penting bagi mahasiswa Fakultas Syariah sekaligus penguatan kompetensi di bidang ilmu falak. Melalui rukyatul hilal, civitas akademika diharapkan semakin memahami dinamika penentuan awal Ramadan secara komprehensif, baik dari sisi astronomis maupun fikih.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Sunan Kudus kembali menegaskan perannya sebagai pusat kajian keislaman yang aktif berkontribusi dalam proses penetapan awal Ramadan 1447 H secara ilmiah, objektif, dan bertanggung jawab.

Share this Post: