Loading...

Link & Aplikasi

    

Pembekalan KKN-MB 2025: Mahasiswa UIN Sunan Kudus Siap Berdayakan Potensi Desa dan Perkuat Moderasi Beragama

Blog Single

Kudus, 22 Juli 2025 – Sebanyak 1.960 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus mengikuti kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKN-MB) yang digelar pada Rabu, 22 Juli 2025. Pembekalan ini merupakan tahap awal sebelum mahasiswa diterjunkan ke masyarakat mulai 1 hingga 31 Agustus 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari lima fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah, Ushuluddin, Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Dakwah dan Komunikasi Islam. Sejumlah 1.960 mahasiswa terbagi dari 607 laki-laki dan  1353 perempuan.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kudus, H. Shobirin, M.Ag., menyampaikan bahwa KKN-MB tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa dan Penguatan Moderasi Beragama”.

“KKN tahun ini menjadi media strategis bagi mahasiswa untuk ikut andil dalam pembangunan desa dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan toleransi di tengah masyarakat,” terang beliau.

Program Unggulan dan Tujuan Kegiatan program prioritas yang akan dijalankan mahasiswa selama KKN-MB antara lain: Penanganan stunting dan ketahanan pangan, Edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah, Pengembangan BUMDes dan Koperasi Merah Putih, Pendampingan kelompok rentan dan posyandu, Pemberdayaan UMKM, Digitalisasi layanan desa melalui website, media sosial, dan pemasaran digital.

Selain program tersebut, kegiatan ini juga menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai moderasi beragama seperti kemanusiaan, toleransi, keadilan, anti-kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi lokal.

Dr. Muhammad Shohibul Itmam, M.H., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus Koordinator kegiatan KKN-MB 2025, menyatakan bahwa kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu pembangunan berbasis kekuatan lokal masyarakat.

“Mahasiswa akan menggali potensi desa melalui tahapan Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Tujuannya agar program yang dijalankan bukan hanya selesai saat KKN berakhir, tapi bisa berkelanjutan dan dikelola oleh masyarakat,” jelasnya.

Isu Gender dan Kekerasan Seksual Juga Jadi Sorotan, dalam sesi pembekalan, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Dr. Hj. Efa Ida Amaliyah, M.A., juga mengangkat pentingnya peran mahasiswa dalam pencegahan kekerasan seksual (KS) di lingkungan masyarakat. Mahasiswa dibekali pemahaman tentang jenis-jenis kekerasan seksual, termasuk kekerasan seksual berbasis online (KSBO), serta bagaimana cara melaporkan dan menangani kasus secara etis dan aman.

“Kampus tidak boleh abai. Kita harus membangun budaya saling menghormati, menyediakan sistem pelaporan yang jelas, serta mendampingi korban dengan pendekatan yang memanusiakan,” tegasnya.

Potensi Desa Kudus Jadi Fokus Pemetaan dalam kegiatan pembekalan mahasiswa, Aat Hidayat, M.Pd.I., narasumber dalam sesi pemetaan potensi desa, menuturkan bahwa Kabupaten Kudus memiliki kekayaan aset di berbagai bidang: ekonomi, budaya, pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri dan wisata.

“KKN ini menjadi momentum strategis untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, agar potensi lokal bisa diangkat menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” terangnya.

Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan humanis, KKN-MB 2025 UIN Sunan Kudus diharapkan tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga penguatan nilai-nilai inklusif, partisipatif, dan transformatif di tengah masyarakat desa.

Tak lupa Dr. Mualimul Huda, M.Pd.I, juga menyampaikan mahasiswa dituntut kreatif dan inovatif dalam publikasi kegiatan berupa pembuatan berita, video dan konten lainnya.

“Kita harus menyemarakan kegiatan KKN Moderasi Beragama tahun 2025 dengan update berita di web dan video di sosial media kelompok masing-masing,” terangnya.

Share this Post:

Galeri Photo