Pentasyarufan Beasiswa UPZ UIN Sunan Kudus Tahun 2025, Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan
UIN Sunan Kudus melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kembali menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa. Kegiatan Pentasyarufan Beasiswa UPZ Tahun 2025 ini digelar pada Selasa (10/9/2025) di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat, dengan diikuti 58 penerima beasiswa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II, Kepala Biro AUAK Dr. H. Masmin Afif, M.Ag., Kabag, serta para wakil dekan dari masing-masing fakultas.
Dalam sambutannya, Kepala biro AUAK, UIN Sunan Kudus Dr. H. Masmin Afif, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran sivitas akademika UIN Sunan Kudus yang telah konsisten menunaikan kewajiban zakat melalui UPZ. Menurutnya, zakat yang disisihkan dari gaji dosen dan tenaga kependidikan tidak hanya membawa keberkahan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

“Beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar UIN Sunan Kudus. Semoga bisa menjadi motivasi dan semangat bagi mahasiswa untuk terus berjuang menuntut ilmu dan menjadi generasi muda calon pemimpin bangsa,” ujarnya.
Masmin juga berpesan agar mahasiswa penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, tepat waktu, dan penuh semangat. Jadikan kesempatan ini sebagai amanah agar kalian tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan mampu memberi manfaat bagi sesama.” Ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II sekaligus Ketua UPZ, Prof. H. Wahibur Rokhman, S.E., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa beasiswa yang diterima mahasiswa bukan hanya sekadar bantuan dana, melainkan sebuah amanah besar dari para muzaki yang harus dijaga dengan baik.
“Beasiswa ini harus ditata agar benar-benar bermanfaat untuk perubahan. Penerima tidak hanya dituntut sukses dalam capaian akademik, tetapi juga harus cerdas secara sosial, mampu membangun relasi, dan berkontribusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Prof. Wahibur juga menekankan pentingnya perubahan mindset mahasiswa penerima beasiswa. Menurutnya, orientasi beasiswa tidak semata pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), melainkan juga pengembangan diri, pemberdayaan sosial, serta peningkatan kapasitas untuk menjadi agen perubahan.
“Dengan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat, sejatinya kita sedang memberdayakan diri sendiri. Karena itu, manfaatkan beasiswa ini untuk tumbuh bersama, tidak hanya demi kepentingan pribadi, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Sunan Kudus berharap beasiswa UPZ dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk belajar lebih sungguh-sungguh, berprestasi, serta tumbuh sebagai generasi muda yang berkualitas dan berintegritas.







Indonesia
English
Arabic 


