Loading...

Link & Aplikasi

    

Dari Kampus ke Desa: Tadris IPS UIN Sunan Kudus Ajak Generasi Muda Cinta Budaya melalui Cultural Camp & Walking Tour di Desa Wonosoco

Blog Single

Desa Wonosoco, Undaan, Kudus, 25-26 Oktober 2025 –Mahasiswa Program Studi Tadris IPS Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kudus bersama Forum Duta Sosial Tadris IPS dan Duta Fakultas Tarbiyah mengikuti kegiatan Cultural Camp & Walking Tour di Desa Wonosoco, Undaan, Kudus. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Prodi Tadris IPS dengan pemerintah dan tokoh masyarakat Desa Wonosoco. 

Kegiatan Cultural Camp diisi dengan berbagai agenda, seperti pengenalan sejarah desa, pelatihan kesenian tradisional, serta diskusi interaktif bersama tokoh masyarakat setempat. Sementara itu, Walking Tour membawa mahasiswa menjelajahi beberapa lokasi penting seperti Goa, sendang, dan savana yang menjadi ikon desa tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan memperkaya pemahaman budaya lokal kepada generasi muda, sekaligus mengenalkan potensi wisata budaya dan kuliner Desa Wonosoco yang belum banyak diketahui masyarakat luas, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian kearifan lokal yang ada di Pegunungan Kendeng. Melalui pengalaman langsung,  diharapkan dapat memahami nilai-nilai budaya dan potensi ekonomi kreatif berbasis masyarakat, serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian dan memperkenalkan keindahan serta kearifan lokal yang ada di Pegunungan Kendeng.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka pada Jumat malam, 25 Oktober 2025, oleh Kepala Desa Wonosoco, Bapak Setiyo Budi, Direktur Bumdes Bapak Tri Budi W, dan Bapak Gunodo. Dalam sambutannya, keduanya memberikan pengenalan singkat tentang Desa Wonosoco sambil menyajikan welcome drink dan kuliner khas setempat seperti Dudo Kemul, Wedang Coro, dan Polo Pendem. Setelah beristirahat sejenak, peserta melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi rumah warga yang terlibat dalam pembuatan kuliner khas Wonosoco. Ibu Sri Muryati memperkenalkan berbagai makanan tradisional seperti Utri, Arem-Arem, Gatilut,  Dudo Kemul, dan Wedang Coro. Sementara itu, Ibu Ulin Fitriani memamerkan berbagai bingkisan oleh-oleh dari hasil alam Wonosoco seperti Talas, Gembili, dan Sukun, dan lainnya.

Acara malam hari dilanjutkan dengan makan malam Nasi Goreng Jagung khas Desa Wonosoco, disusul pertunjukan Wayang Klithik yang didalangi oleh Bapak Sutikno. Kegiatan ditutup dengan api unggun dan bakaran jagung sambil berbagi pengalaman antarpartisipan, bersama Sirkula Indonesia, Tim Liputan dan Redaksi Radar Kudus.

Keesokan harinya, Sabtu, 26 Oktober 2025, peserta memulai hari dengan mengunjungi Pasar Sarwono yang ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah seperti Pati, Jepara, dan Demak. Sarwono ini merupakan pasar yang menyajikan berbagai makanan khas desa sebagai bentuk pelestarian makanan tradisional. Setelah menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam di pasar, rombongan melanjutkan walking tour dengan mengunjungi Sendang yang berjarak sekitar 100 meter dari pasar.

Perjalanan berlanjut ke tiga goa yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Goa Batu Cantik menawarkan formasi batuan indah dengan kedalaman sekitar 15 meter. Goa Keraton memiliki batu berbentuk naga dengan kedalaman sekitar 20 meter. Sedangkan Goa Surocandi terkenal dengan air sucinya. Di tengah perjalanan, peserta juga disuguhkan pemandangan hamparan sabana luas dan indah di Pegunungan Kendeng.

Ketua Program Studi Tadris IPS Ahmad Fatah menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat kompetensi mereka dalam memahami dinamika sosial masyarakat. Selain itu, melalui kegiatan semacam ini, Program Studi Tadris IPS turut berperan aktif dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada generasi muda, agar nilai-nilai sosial dan kearifan lokal tetap hidup di tengah arus modernisasi. Salah satu peserta, Agung, mahasiswa Tadris IPS, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Melalui Cultural Camp dan Walking Tour ini, kami belajar langsung dari masyarakat bagaimana nilai-nilai sosial dan budaya bisa bertahan di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Prodi Tadris IPS UIN Sunan Kudus bersama masyarakat Desa Wonosoco berharap dapat memperkenalkan budaya Desa Wonosoco dan memberikan wawasan tentang pentingnya menjaga keberlanjutan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

Share this Post:

Galeri Photo