Loading...

Link & Aplikasi

    

UIN Sunan Kudus Mantapkan Langkah Menuju Kampus Riset Unggul Melalui MoRA The Air Funds

Blog Single

Kudus, 5 November 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar kegiatan Sosialisasi Program MoRA The Air Funds (Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. 

Bertempat di gedung laboratorium terpadu lt. 5 Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengabdian berbasis kebutuhan nyata masyarakat serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Acara dihadiri oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kemenag RI, Ruchman Basori, para pejabat di lingkungan UIN Sunan Kudus serta para dosen dan peneliti dari berbagai fakultas.

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ruchman Basori dalam kunjungannya ke kampus UIN Sunan Kudus. Ia menilai, kehadiran perwakilan Kementerian Agama tersebut membawa semangat baru dalam penguatan riset dan perluasan akses beasiswa di lingkungan perguruan tinggi


Dalam sambutannya, Rektor juga menegaskan kesiapan UIN Sunan Kudus untuk menjadi bagian dari program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) LPDP Kementerian Agama. Dengan status barunya sebagai universitas Islam negeri (UIN) dan capaian akreditasi Unggul, kampus ini dinilai telah memenuhi kapasitas akademik dan kelembagaan untuk menerima mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai jenjang.

“UIN Sunan Kudus dengan status barunya sebagai UIN dan telah terakreditasi Unggul, siap menerima serta mendukung penuh program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) LPDP bagi mahasiswa S1, S2, maupun S3,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Abdurrohman menegaskan bahwa UIN Sunan Kudus terus berkomitmen mencetak generasi berprestasi yang unggul secara akademik, moderat secara keagamaan, dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Dalam paparannya, Ruchman Basori menjelaskan bahwa MoRA The Air Funds merupakan program pendanaan riset kolaboratif antara Kemenag dan LPDP yang menjadi katalis transformasi riset dan inovasi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Program ini meliputi pendanaan riset di bidang sains dan teknologi, ekonomi dan lingkungan, pendidikan dan keagamaan, serta sosial humaniora. 

“MoRA The Air Funds dirancang untuk memperkuat budaya riset di lingkungan Kemenag agar hasilnya dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar publikasi,” ujarnya.


Sementara itu, Prof. H. Wahibur Rokhman, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Rektor II UIN Sunan Kudus, turut memaparkan proposal riset unggulan bertajuk ‘Pengembangan Sustainable Tourism Terintegrasi Berbasis Ekonomi, Religi, Budaya, dan Alam di Kawasan Wisata Muria Kudus’.

Menurut Prof. Wahibur, kawasan Muria Kudus memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk dikembangkan melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT) — pariwisata berbasis masyarakat.
“Melalui riset ini, kami ingin membangun model wisata berkelanjutan yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi, tetapi juga kearifan lokal, budaya, dan lingkungan. Pengelolaan wisata harus menjadi gerakan ‘dari, oleh, dan untuk masyarakat,’” tuturnya.


Ia juga menjelaskan roadmap penelitian yang mencakup tiga tahap besar:

  • 2025: identifikasi potensi wisata dan kampanye kesadaran pengelolaan wisata berkelanjutan;

  • 2026: penguatan manajemen, kolaborasi lintas pihak, dan inovasi aplikasi smart tourism;

  • 2027: implementasi penuh model wisata terintegrasi dan pemasaran digital global.



Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong para dosen dan peneliti UIN Sunan Kudus untuk berpartisipasi aktif dalam program pendanaan riset nasional, serta menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan.



Share this Post:

Galeri Photo