Loading...

Link & Aplikasi

    

Dirjen Pendis Tekankan Kurikulum Berbasis Cinta saat Isi Studium Generale di UIN Sunan Kudus

Blog Single

Kudus, 29 November 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Studium Generale bertajuk “Kebijakan Kementerian Agama dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam” yang menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr.H. Amien Suyitno, M.Ag. Acara diselenggarakan di Lab Terpadu Lantai 5.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan UIN Sunan Kudus, mulai dari rektor, para wakil rektor, para dekan, ketua lembaga, hingga pejabat struktural lainnya. Sekitar seribu peserta terdiri dari mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 turut memenuhi ruangan sebagai peserta kuliah umum. Turut hadir mendampingi Dirjen Pendis yaitu Kabag Layanan Umum Ditjen Pendidikan Islam, H. Abdullah Hanif, S.Ag., M.Pd.

Dalam materi yang disampaikan, Dirjen Pendis menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan Islam harus selaras dengan visi Presiden melalui Asta Cita yang diterjemahkan Menteri Agama dalam Asta Protas (Program Prioritas) Kementerian Agama. 

Dirjen Pendis menjelaskan data perkembangan pendidikan Islam nasional, termasuk tren meningkatnya peminat madrasah dan transformasi perguruan tinggi keagamaan.

Ia menegaskan pentingnya integrasi ilmu dan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai respons atas tantangan pendidikan modern.

“Integrasi ilmu agama dan sains adalah strategi besar kita. Pendidikan tidak hanya mencetak insan cerdas, tetapi juga berkarakter spiritual, sosial, dan ekologis,” jelas Prof. Amien.

Ia menekankan bahwa pendidikan berbasis cinta mencakup lima pilar utama: cinta Tuhan, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.

“KBC adalah pendidikan nilai. Kita ingin melahirkan generasi emas yang humanis, toleran, naturalis, dan nasionalis,”ujarnya.

Dirjen Pendis menyebut ada tiga fokus utama yang menjadi perhatian Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Pertama, penguatan sumber daya manusia unggul di seluruh ekosistem pendidikan Islam, mulai dari Raudlatul Athfal, madrasah, perguruan tinggi, hingga pesantren.

“Kita ingin memastikan bahwa output dan outcome dari seluruh lembaga pendidikan Islam benar-benar berdampak terhadap lahirnya SDM unggul yang siap bersaing,” ujarnya. 

Kedua, integrasi ilmu sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden terkait penguatan science, technology, engineering, dan mathematics (STEM). Dirjen menegaskan bahwa keilmuan Islam harus bersinergi dengan disiplin ilmu lain agar mampu menjawab tantangan zaman.

Ketiga, perluasan akses pendidikan untuk semua (education for all). Kemenag, katanya, terus mengembangkan madrasah inklusif dan layanan pendidikan untuk disabilitas, termasuk di lingkungan perguruan tinggi Islam negeri.

“Tidak boleh ada lagi anak bangsa yang tidak bisa dilayani hanya karena keterbatasan. Termasuk UIN Sunan Kudus yang juga telah mendukung penuh pendidikan inklusif,” tegasnya.

Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.S.I. memaparkan berbagai perkembangan dan capaian kampus dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu beliau menyampaikan UIN Sunan Kudus terus berupaya meningkatkan daya saing di tengah kompetisi antar-PTKIN dan perguruan tinggi lainnya.

“Kami berkomitmen mempertahankan prodi-prodi unggul, APT unggul, serta mengembangkan prodi berkelas internasional,” jelasnya.

Rektor juga menjelaskan bahwa kampus mempersiapkan sejumlah strategi dalam peningkatan pemerataan akses pendidikan.

 “Akselerasi dan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat menjadi fokus penting kami. UIN Sunan Kudus memiliki program Satu Rumah Satu Sarjana yang ditujukan bagi keluarga di desa dan kecamatan sekitar kampus, dan ke depan akan diperluas ke wilayah lainnya. Selain itu, kami terus meningkatkan kerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk memperluas akses mahasiswa, termasuk melalui skema beasiswa. Upaya ini dibarengi dengan pengembangan SDM, peningkatan kualitas akademik, serta penguatan tridharma baik di tingkat nasional maupun internasional.”pungkasnya.

Kegiatan Studium Generale ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dirjen Pendis di UIN Sunan Kudus. Sebelumnya Dirjen melihat progres pembangunan Gedung SBSN, membuka Penanaman Pohon yang dilaksanakan oleh Peserta Pelatihan Pengembangan Wawasan Moderasi Beragama dan Internalisasi Ekoteologi, dan ditutup dengan Studium Generale.

Share this Post:

Galeri Photo