Loading...

Link & Aplikasi

    

UIN Sunan Kudus Gelar Pelatihan Wawasan Moderasi Beragama dan Internalisasi Ekoteologi bersama Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A.

Blog Single

 

UIN Sunan Kudus — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menyelenggarakan Pelatihan Wawasan Moderasi Beragama dan Internalisasi Ekoteologi yang menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., akademisi sekaligus pakar tafsir dan moderasi beragama. Kegiatan ini merupakan upaya kampus dalam memperkuat literasi keagamaan yang inklusif serta kesadaran ekologis di lingkungan civitas akademika.

Dalam paparannya, Prof. Sahiron menekankan bahwa moderasi beragama dan ekoteologi bukan sekadar konsep wacana, tetapi harus diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui pendidikan, perilaku, dan budaya akademik.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa Kementerian Agama telah mengintegrasikan moderasi beragama dan ekoteologi melalui implementasi kurikulum berbasis cinta, yang menekankan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama serta lingkungan. Kurikulum berbasis cinta ini, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk membangun generasi yang religius, toleran, dan berwawasan ekologis.

Prof. Sahiron menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan wujud mahabbah fillah—cinta kepada Allah—yang tercermin dalam sikap lemah lembut, tidak berlebih-lebihan, serta berupaya menjaga kemaslahatan bersama. Moderasi juga, lanjutnya, hanya dapat terwujud jika seseorang mampu menghargai perbedaan dan tidak merendahkan kelompok lain.

“Moderasi itu tampak dari sikap hormat, bukan meremehkan; merangkul, bukan menjauhkan; serta menghadirkan kesejukan bagi sesama dan alam,” tegasnya.

Selain itu, Prof. Sahiron mengaitkan moderasi dengan ekoteologi, yakni kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab teologis dalam menjaga kelestarian alam sebagai amanah Tuhan. Ia mendorong mahasiswa maupun dosen untuk mengembangkan pola pikir ekologis dalam setiap aktivitas akademik, penelitian, maupun pelayanan masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata UIN Sunan Kudus dalam menguatkan nilai-nilai moderasi beragama yang humanis sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, sejalan dengan visi kampus sebagai pusat pengembangan ilmu yang unggul, moderat, dan berkelanjutan.

Share this Post: