Loading...

Link & Aplikasi

    

Perpustakaan UIN Sunan Kudus Jalani Visitasi Akreditasi Perpustakaan Nasional RI

Blog Single

Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menjalani visitasi akreditasi oleh Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI), bertempat di Gedung Perpustakaan UIN Sunan Kudus, hari ini(18/12/2025).

Pembukaan visitasi akreditasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN Sunan Kudus, seluruh pustakawan, para Duta Baca, serta tamu undangan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung peningkatan mutu layanan perpustakaan

Tim asesor yang melakukan penilaian terdiri dari Dra. Made Ayu Wirayati, M.I.Kom., Rendra Khris Ardhi, S.Sos., M.Si., dan Trimo Septiono, S.Ap. Visitasi ini merupakan bagian dari proses penilaian mutu layanan, tata kelola, serta inovasi perpustakaan dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis sebagai jantung penggerak roda akademik perguruan tinggi. Menurutnya, standar ketercapaian akademik suatu perguruan tinggi salah satunya tercermin dari kualitas perpustakaannya.

“Perpustakaan adalah jantung organisasi perguruan tinggi. Jika perpustakaan kuat, maka layanan akademik dan seluruh aktivitas keilmuan akan berjalan dengan baik. Karena itu, kami berkomitmen membangun perpustakaan yang senyaman mungkin, sebaik mungkin, dan mencapai akreditasi setinggi mungkin,” tegasnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa UIN Sunan Kudus sebelumnya telah meraih akreditasi A dan berkomitmen menjaga serta meningkatkan kualitas secara berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sarana prasarana, sumber daya manusia, serta layanan akademik yang unggul.

“Secara akademik kami terus bertumbuh. Akreditasi perguruan tinggi kami sudah unggul, dan jumlah program studi yang terakreditasi unggul ada 18, dan Tahun ini Guru besar kami bertambah 2 menjadi 17, dan kami tidak akan berhenti di angka tersebut. Perpustakaan menjadi barometer ketercapaian layanan akademik, dan kami berharap akreditasi ini semakin memperkuat posisi UIN Sunan Kudus sebagai rujukan perguruan tinggi lain,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Tim Asesor, Dra. Made Ayu Wirayati, M.I.Kom. yang tersambung secara daring menyampaikan apresiasi atas konsistensi UIN Sunan Kudus dalam menjaga dan mendorong mutu akreditasi perpustakaan. Ia menegaskan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi pusat informasi akademik, tetapi juga ruang literasi bagi masyarakat luas.

“Saat ini terdapat sekitar 4.141 perpustakaan di Indonesia, namun baru sekitar 68 perpustakaan yang terakreditasi, artinya hanya 15 % berstatus unggul. Harapannya, perpustakaan UIN Sunan Kudus dapat terus tumbuh menjadi perpustakaan unggul yang memenuhi standar nasional,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sistem akreditasi perpustakaan mulai tahun 2026 akan mengalami perubahan dari sembilan menjadi enam komponen penilaian, dengan penekanan lebih besar pada aspek kebermanfaatan layanan, inovasi program, serta dampak nyata bagi pemustaka.

Kepala UPT Perpustakaan UIN Sunan Kudus, Slamet Siswanto M.Kom. berharap bahwa visitasi ini menjadi momentum strategis bagi Perpustakaan UIN Sunan Kudus untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi, serta memperluas peran perpustakaan sebagai pusat literasi.

Share this Post:

Galeri Photo