Loading...

Link & Aplikasi

    

Gelar Counseling Summit & PMB Gathering UIN Sunan Kudus Undang Guru BK Se Pati Raya

Blog Single

Kudus — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar kegiatan Counseling Summit & PMB Gathering bersama guru-guru Bimbingan Konseling (BK) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) dari enam kabupaten di wilayah Pantura Timur, yakni Demak, Kudus, Pati, Jepara, Rembang, dan Grobogan.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mengantarkan siswa menuju masa depan pendidikan yang lebih baik, sekaligus mendukung suksesnya Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Sunan Kudus tahun 2026.

Rektor UIN Sunan Kudus dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh guru BK yang hadir. Ia menegaskan bahwa UIN Sunan Kudus merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah. Sejak tahun 2025, UIN Sunan Kudus telah bertransformasi dari IAIN menjadi UIN dan saat ini telah meraih akreditasi unggul.

“Alhamdulillah, hari ini UIN Sunan Kudus terus bertumbuh. Jumlah guru besar kami kini telah mencapai 17 orang, dan program studi kami juga semakin banyak yang meraih akreditasi unggul. Ini adalah bukti keseriusan kami dalam membangun mutu dan kualitas pendidikan tinggi,” tegasnya.

Rektor juga berharap, kehadiran para guru BK dapat menjadi mitra strategis dalam menyukseskan PMB UIN Sunan Kudus, sekaligus menjadi jembatan informasi bagi para siswa dalam menentukan pilihan studi lanjut.

 

“Peran guru BK sangat penting dalam mengarahkan dan mendampingi siswa menentukan masa depannya. Kami berharap, melalui forum ini, terbangun sinergi yang kuat antara sekolah, madrasah, dan UIN Sunan Kudus,” tambahnya.

Sementara itu, hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Asyiq,ST. Katim Tendik Kanwil Kemenag menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang sangat strategis dan visioner.

“Transformasi IAIN menjadi UIN Sunan Kudus adalah bagian dari komitmen besar dalam penguatan dan peningkatan kualitas pendidikan. Sinergi dengan sekolah dan madrasah sebagai feeder calon mahasiswa sangat penting untuk terus diperkuat,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa para guru BK yang tergabung dalam MGBK dapat memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan informasi yang utuh dan komprehensif tentang UIN Sunan Kudus. Dalam kegiatan ini, panitia juga menyediakan stan-stan informasi khusus yang siap melayani konsultasi dan memberikan penjelasan seputar program studi, jalur masuk, hingga fasilitas kampus.

“Bapak dan Ibu guru tentu tidak ingin siswanya salah memilih jalan dan memiliki masa depan yang suram. Karena itu, sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dengan sekolah dan madrasah menjadi kunci agar siswa mendapatkan pilihan terbaik dalam menentukan masa depannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, UIN Sunan Kudus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai positif kepada para mahasiswanya.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor UIN Sunan Kudus atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap komunikasi serta kolaborasi antara UIN Sunan Kudus dengan sekolah dan madrasah dapat terus berkesinambungan.

 

“Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut sebagai jembatan komunikasi dan kerja sama dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, UIN Sunan Kudus menghadirkan Prof. Dr. Ali Murtadho, M.Pd., pakar Bimbingan dan Konseling, Guru Besar UIN Walisongo sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan materi bertema “Sinergi Kampus dan Sekolah: Strategi Mengantar Gen Z Menuju Karier di Era Digital.”

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan teknis terkait jalur masuk perguruan tinggi. Kepala Pusat Informasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PIPMB) UIN Sunan Kudus, Dr. Ekawati Rahayu Ningsih, S.H., M.M., menjelaskan secara rinci mekanisme dan strategi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Sunan Kudus, mulai dari jalur seleksi, tahapan pendaftaran, hingga peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para siswa.

Sementara itu, dari sisi teknis sistem, Arif Suryono, S.Kom., dari UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Sunan Kudus, menyampaikan penjelasan terkait teknis pengisian PDSS untuk jalur SPAN-PTKIN, termasuk tahapan, jadwal, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan oleh pihak sekolah agar proses berjalan lancar dan tanpa kendala.

Share this Post:

Galeri Photo