Rektor dan Kepala Pusat Informasi serta Penjaringan Mahasiswa Baru UIN Sunan Kudus Hadiri Evaluasi dan Konsolidasi Promosi PMB PTKIN di Jakarta
Jakarta — Rektor UIN Sunan Kudus bersama Kepala Pusat Informasi dan Penjaringan Mahasiswa Baru menghadiri kegiatan Evaluasi dan Monitoring Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN yang diselenggarakan pada 12–13 Mei 2026 di Grand Platinum Hotel.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para pimpinan PTKIN dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola seleksi nasional masuk PTKIN agar semakin profesional, transparan, dan berkualitas.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Sunan Kudus Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. untuk kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan PMB PTKIN tahun 2026. Dalam doa tersebut, beliau berharap proses penerimaan mahasiswa baru dapat berjalan lancar serta mampu menjaring calon mahasiswa terbaik bagi PTKIN di Indonesia.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus laporan pelaksanaan PMB PTKIN oleh Ketua PMB PTKIN, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I. Dalam laporannya, Prof. Aziz menyampaikan perkembangan pelaksanaan SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN tahun 2026, termasuk evaluasi sistem seleksi, peningkatan layanan digital, serta strategi memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar-PTKIN dalam meningkatkan mutu layanan penerimaan mahasiswa baru sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi Islam di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA, dalam sambutan dan arahannya menyoroti pentingnya peningkatan jumlah mahasiswa asing di lingkungan PTKIN. Selain itu, beliau juga mendorong pengembangan kemampuan dan keterampilan bahasa asing bagi dosen PTKIN sebagai bagian dari langkah internasionalisasi kampus.
Menurut beliau penguasaan bahasa asing menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat jejaring akademik global, meningkatkan publikasi internasional, serta mendukung transformasi PTKIN menuju perguruan tinggi berdaya saing internasional.
Keikutsertaan UIN Sunan Kudus dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola PMB PTKIN sekaligus memperkuat transformasi pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berorientasi global.







Indonesia
English
Arabic 


