Loading...

Link & Aplikasi

    

UIN Sunan Kudus Gelar FGD Perencanaan dan Anggaran 2027, Fokus Transformasi Menuju Kemandirian BLU

Blog Single

SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus resmi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan Perencanaan dan Anggaran Tahun Anggaran 2027. Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, 17–19 Mei 2026, bertempat di Aston Inn Pandaran, Semarang.

Acara ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrahman Kasdi, Lc., M.Si., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dekan, direktur pascasarjana, hingga ketua program studi, dengan total peserta mencapai 98 orang.

Transformasi Menuju BLU dan Daya Saing Global Tema yang diusung dalam FGD ini adalah "Dari Transformasi Status Menuju Kemandirian Tata Kelola, Sinkronisasi Kelembagaan, Perencanaan Anggaran, dan Layanan dalam Mewujudkan UIN Sunan Kudus yang Unggul, Integratif, dan Berdaya Saing Global". Rektor menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah krusial bagi kampus yang sedang dalam fase transisi menuju Badan Layanan Umum (BLU).

Dalam sambutannya, Prof. Abdurrahman Kasdi menyatakan bahwa UIN Sunan Kudus memiliki potensi besar untuk menjadi BLU, mengingat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang cukup tinggi dibandingkan beberapa PTKIN lainnya. Beliau juga menyoroti pentingnya penyiapan instrumen tata kelola yang matang agar institusi dapat lebih mandiri secara finansial dan operasional.

Menyamai Keunggulan "UIN Klaster Sunan" Rektor mengungkapkan ambisinya agar UIN Sunan Kudus dapat setara dengan universitas-universitas besar lain yang menyandang nama "Sunan", seperti UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. "Kita punya tekad agar UIN Sunan Kudus nanti bisa setara dengan UIN-UIN lain yang menggunakan nama Sunan," tegasnya.

Narasumber Ahli dan Sidang Komisi Guna memperkaya wawasan strategis, panitia menghadirkan dua narasumber kompeten:

  1. Prof. Dr. Wiwik Setiani, M.Ag. (Wakil Rektor 2 UIN Sunan Ampel Surabaya) yang memaparkan materi mengenai internalisasi distingsi PTKIN dan berbagi pengalaman terkait sistem remunerasi.
  2. Prof. Dr. Amir Mahmud, M.Si. (Dekan FEB Universitas Negeri Semarang) yang berbagi praktik terbaik (best practice) terkait tata kelola pendidikan tinggi.

Agenda FGD ini akan dilanjutkan dengan sidang komisi yang terbagi ke dalam tiga bidang utama:

  • Komisi 1: Bidang Akademik dan Kelembagaan.
  • Komisi 2: Bidang Administrasi Hukum, Perencanaan, dan Keuangan.
  • Komisi 3: Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni.

Selain membahas anggaran, FGD ini juga menjadi ajang diskusi pengembangan program studi baru di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta upaya peningkatan layanan fasilitas kampus, seperti optimalisasi penggunaan gedung yang telah menunjukkan potensi ekonomi.

Kegiatan ini secara simbolis dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab sebagai harapan agar rencana yang dirumuskan membawa kebermanfaatan luas bagi institusi dan masyarakat.

 

Share this Post:

Galeri Photo